Sebulan Menjelajah Sentul


Posted
Tue, 08 Apr 2025

Author
Ekki Firmanda Irawan

Share

Sebagai seseorang yang suka explore tempat baru, aku selalu percaya bahwa alam punya cara tersendiri untuk menyembuhkan dan memberi perspektif baru. Saat aku tahu harus tinggal di Sentul selama sebulan untuk penelitian, jujur aku nggak punya ekspektasi tinggi. Selama ini, Sentul hanya terdengar seperti kawasan perumahan elit di pinggiran Jakarta. Tapi ternyata, aku salah besar. Hari pertama sampai di Sentul, aku disambut dengan pepohonan disepanjang jalan dengan suasana jalan yang sejuk disertai pemandangan perbukitan dan gunung yang indah sepanjang perjalanan menuju rumah. Selama sebulan, aku punya banyak waktu buat explore tempat-tempat yang mungkin nggak bakal sempat aku kunjungin kalau hanya trip sehari. Bangun pagi di Sentul itu selalu menyenangkan, udaranya seger. Suasana di perumahan tempat aku dan teman-temanku tinggal enak banget bikin kita ngerasa menyatu dengan warga Sentul. Selain fokus dengan penelitian, setiap hari rasanya ada aja tempat baru yang pengen aku datengin, mulai dari curug yang tersembunyi di tengah hutan sampai nongkrong di cafe-cafe dengan view yang bikin hati adem.

 

Tempat pertama yang aku dan teman-temanku kunjungi adalah Taman Budaya, tempat yang cocok banget buat santai dan kulineran. Di Taman Budaya ini banyak banget cafe - cafe dan resto jadi cocok buat semua kalangan. Di tambah suasana di sini tuh adem banget, banyak pepohonan hijau dan taman yang tertata rapi, bikin betah buat duduk-duduk santai. Suasana di sekitar Taman Budaya Sentul ini benar-benar bikin relax. Banyak keluarga dan pasangan yang datang buat sekadar menikmati udara sejuk atau nongkrong di cafe-cafe sekitar. Kalau kamu cari tempat yang bisa menikmati suasana alam tapi tetap bisa nongkrong nyaman, ini tempat yang cocok banget. Kita juga explore tempat - tempat disekitar Sentul seperti ke daerah Bojong Koneng, Karang Tengah, Babakan Madang untuk sekedar cari makan atau jalan-jalan. Sebagai anak muda pastinya kita mampir ke Aeon Mall karena di Bandung belum ada, kita sekedar keliling - keliling dan jam 9 malam kita mampir ke supermarketnya untuk jajan makanan yang diskon walaupun kita nggak dapet banyak yang diskon tapi tetap seru.